🌑 Pentingnya Penanganan Sampah Dalam Menghadapi Datangnya Musim Penghujan
1 Ada gula berceceran di meja dapur. Penyebab Banyak Semut Di Rumah terjadi ketika kita membuat minuman, mungkin kita sedikit menumpahkan gula di meja, hal ini dapat menjadi penyebab datangnya semut ke rumah kita.Begitu satu semut mengetahui adanya gula yang berceceran, dengan feromon yang dimiliki semut, semut bakalan segera memanggil teman-temannya untuk datang membawa gula tersebut menuju
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Musim hujan telah tiba....Musim hujan telah tiba....Horee.... Horee... Hore.....Di atas adalah ubahan lirik yang saya ambil dari lagu Libur Telah Tiba yang dinyanyikan oleh Tasya Rosmala. Saya teringat saat kecil dulu ketika hujan turun justru menjadi momen menyenangkan. Berlarian di jalan bersama teman-teman sebaya di tengah hujan. Menutup kuping jika mendengar suara petir menyambar hingga harus siap dimarahi orang tua karena badan basah dan mengalami demam saat malam hari. Kini pun saat saya tinggal di Bogor yang notabanenya Kota Hujan. Saya harus membiasakan diri terkena basahan air hujan di sore hari. Sejak awal November, Bogor memang mulai rutin diguyur hujan saat sore hari. Namun memang sejak isu global warming, musim penghujan seakan susah ditebak kapan datangnya. Meski hujan dianggap sebagai berkat bukan berarti kita tidak mawas diri. Justru banyak kejadian yang harus kita antisipasi seperti genteng bocor, banjir bandang, longsor, angin keras, sambaran petir dan sebagainya. Seorang Wanita Yang Bahagia Di Tengah Hujan. Sumber Shutterstock Saya merasa perlu ada informasi khusus terkait upaya preventif terhadap bencana atau musibah lain yang kerap menghantui di musim penghujan. Tindakan preventif apa saja yang perlu diperhatikan? 1. Tingkatkan Kebersihan Tempat TinggalKetika SD, saya selalu diingatkan guru untuk selalu menjaga kebersihan rumah saat musim penghujan. Kebersihan rumah ini seperti jangan ada sampah di aliran air yang membuat air tersumbat, lubang atau wadah lain yang bisa menampung air hingga jangan ada tumpukan baju di kamar. Ini karena bahaya demam berdarah dan malaria mengintai saat memasuki musim penghujan. Sudah rahasia umum jika musim hujan adalah saat tepat bagi nyamuk berkembang biak. 1 2 3 4 5 Lihat Lyfe Selengkapnya
Caralain yang bisa dilakukan untuk mencegah air masuk ke rumah adalah dengan membangun pembatas di depan pintu. Agar tetap bisa dilewati, pembatas tersebut bisa dibuat setinggi 30-50 cm. Selain bisa menghalau air banjir masuk ke dalam rumah, pembatas ini juga bisa mencegah berbagai sampah yang hanyut turut masuk ke dalam.
Persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan bagi kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta. Selama pandemi Covid-19 permasalahannya kian bertambah yang tercermin dari meningkatnya timbunan sampah rumah tangga. Berdasarkan survei yang dilakukan Waste4Change pada masa pandemi di DKI Jakarta, mayoritas rumah tangga mengaku terjadi peningkatan timbunan sampah. Ini tak lepas dari perubahan pola produksi sampah karena aktivitas warga banyak dilakukan di rumah. Adapun yang mengaku tidak mengalami perubahan timbunan sampah hanya sekitar 17 persen dari 132 rumah tangga yang disurvei. Dari jenisnya, timbunan sampah organik merupakan yang paling banyak peningkatannya. Hal tersebut diakui oleh 35 persen responden. Rata-rata peningkatan produksi sampah yang umumnya berupa sisa memasak ataupun sisa makanan ini mencapai dua kali lipat. Hal itu sejalan dengan kebiasaan memasak di rumah yang meningkat. Selanjutnya ada sampah plastik. Sebanyak 22,3 persen rumah tangga mengatakan, timbunan sampah plastik mereka meningkat di awal masa pandemi. Peningkatan terjadi karena kebiasaan memesan makanan ataupun belanja secara daring, konsumsi cemilan, dan upaya kebersihan. Menurut survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia LIPI, kegiatan belanja online masyarakat memang mengalami lonjakan. Jumlahnya naik dari 1-5 kali dalam sebulan menjadi 1-10 kali per bulan. Sampah-sampah medis juga menunjukkan kenaikan. Tambahan produksi sampah yang didominasi masker sekali pakai ini sekitar 1,5 persen. Meski kecil, tapi berpotensi terus meningkat dan menjadi klasifikasi baru yang akan terus ada selama pandemi. Produksi sampah di wilayah DKI Jakarta terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Unit Pengelola Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta UPST Dinas LH Jakarta mencatat, sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu TPST Bantargebang sekitar 5,1 ribu ton/hari pada 2011. Pada 2019, angkanya naik menjadi sekitar 7,7 ribu ton/hari. Melihat jenisnya, sampah oraganik –sisa makanan, kertas, kayu dan rumput, serta karet/kulit berkontribusi sekitar 55 persen. Sementara sampah plastik mengambil persentase sekitar 31 persen dan 14 persen sisanya masuk kategori lain. Solusi Daur Ulang Sampah Berdasarkan persoalan sampah yang terpotret selama pandemi, ada potensi peningkatan timbulan sampah domestik di sekitar wilayah rumah tangga di Jakarta. Belum lagi dari sampah medis yang bisa meningkatkan potensi penyebaran penyakit jika tidak dikelola dengan benar. “Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan pemilahan sampah mulai dari sumbernya seperti dari rumah dan memastikan pengelolaan sampah setelah diambil dari rumah kita dilakukan secara bertanggung jawab,” ujar Head of Communication and Engagement Waste4Change Hana Nur Auliana. Bentuk pertanggungjawabannya, Hana menambahkan, pengangkut sampah tidak mencampur aduk sampah. Mereka mengetahui kemana masing-masing sampah diolah dan menaati peraturan pengelolaan sampah residu. Semangat pengelolaan sampah mulai dari rumah setidaknya sudah dimiliki oleh warga Jakarta. Masih berdasarkan survei yang sama, sekitar 25 persen rumah tangga sudah melakukan pemilahan dan mengumpulkan sampah anorganik ke pengepul, bank sampah, atau pemulung. Sedangkan sekitar 15 persen responden mengaku sudah melakukan upaya pengkomposan. Sementara dalam upaya mengurangi sampah plastik, kebiasaan hijau’ saat belanja online juga bisa dilakukan. Mulai dari berbelanja di tempat yang menjalankan konsep less plastic packaging dan meminimalisir pemakaian alat makan atau kemasan sekali pakai. Selain itu, belanja di tempat dan waktu yang sama dalam jumlah besar untuk menghindari pembelian produk satuan berulang. Ada cara mudah untuk ambil bagian dalam kegiatan daur ulang sampah anorganik. Waste4Change menawarkan jasa layanan personal waste management. Cukup memilah sampah sesuai kategori dan nantinya akan ada tim penjemputan yang secara rutin datang membawa sampah dari rumah tangga. Sampah yang dibawa dari mitra angkut Waste4Change nantinya akan diolah kembali. Sampah yang bisa didaur ulang akan diproses lebih lanjut oleh mitra daur ulang. Dengan pola seperti ini usia hidup material akan semakin panjang dan timbunan sampah di TPA akan berkurang. “Keuntungan lainnya dengan turut serta dalam program ini, para klien Waste4Change telah mendukung terbentuknya green jobs untuk para pekerja sektor pengelolaan sampah informal,” ujar Hana. Waste4Change berharap, dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari rumah, terutama di masa pandemi ini, tingkat daur ulang dan pengelolaan sampah akan naik. Selain demi menjaga kesehatan masyarakat, Waste4Change juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada kesejahteraan pekerja sektor informal pengelolaan sampah seperti pemulung. Mereka berhak atas lingkungan kerja yang aman dan kehidupan yang layak.
Selamaini, permasalahan selalu datang saat musim penghujan tiba, seperti banjir yang menggenangi ruas jalan protokol di Medan, yang semestinya permasalahan itu sudah bisa ditangani. "Selama ini permasalahan banjir dan genangan air lebih disebabkan karena buruknya saluran drainase yang tidak terintegrasi dengan baik," jelas Anggota Komisi D
Jakarta, - Dinas Lingkungan Hidup DLH Provinsi DKI Jakarta siap mengantisipasi dan menangani sampah pada musim penghujan. Sejumlah langkah dilakukan, seperti memastikan kesiapan sumber daya manusia SDM dan prasarana sarana. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto, mengatakan, walaupun baru memasuki awal musim penghujan, pihaknya telah memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas menjaga kebersihan badan air. “Kita memeriksa kesiapan personel, alat pelindung diri, dan armada,” kata Asep Kuswanto, dalam keterangannya, Kamis 14/10/2021. Pola penangan sampah juga dibagi menjadi empat mode yaitu, mode normal, mode awas, mode tergenang, dan mode rehabilitasi. Mode normal untuk kondisi pada awal musim penghujan dan mode awas untuk siaga banjir seperti tingginya muka air Katulampa dan tingginya intensitas curah hujan. "Mode tergenang yaitu ketika tanggap darurat banjir yang ditetapkan statusnya oleh BPBD dan terakhir, mode rehabilitasi pasca terjadinya genangan banjir,” tandas Asep. Asep juga menambahkan, pasukan oranye DLH UPK Badan Air terus melakukan antisipasi dan memastikan agar tidak ada sampah yang menyumbat kali, saluran penghubung, dan pintu-pintu air. “UPK Badan Air juga sudah melakukan antisipasi pembersihan sampah di sepanjang saluran penghubung dan pintu-pintu air. Kemudian terdapat petugas untuk memantau perkembangan situasi di setiap lokasi rawan tumpukan sampah saat terjadi banjir kiriman,” kata Asep. TitikAsep menyebutkan, di Pintu Air Manggarai, Jembatan Kampung Melayu, Jembatan Season City, dan titik-titik lain yang rawan tumpukan sampah kiriman, petugas disiagakan memantau 24 jam. “Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas eksisting di ruas tersebut, maka personel dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi itu. Kita siaga 24 jam,” tegasnya. Lebih lanjut Asep mengungkapkan, unitnya menyiagakan personel yang terlibat dalam satgas penanganan sampah pada musim penghujan. Sementara itu, sarana yang disiagakan terdiri dari unit angkutan sampah, 118 unit alat berat, 47 unit road sweeper, dan 50 set kubus apung perahu pontoon. Adapun lokasi yang diidentifikasi terdapat timbulan sampah cukup banyak ketika memasuki musim penghujan dan menjadi titik pemantauan serta penanganan khusus ketika musim penghujan tiba, terutama di Kali Ciliwung, yaitu diawali dari ruas Kali Ciliwung Jagakarsa menuju Kali Ciliwung jembatan TB Simatupang, Kali Ciliwung Kalibata, dan Kali Ciliwung Kampung Pulo. Kemudian Kali Ciliwung Manggarai, Kali Ciliwung BKB Petamburan, Kali Ciliwung Season City, dan terakhir Kali Ciliwung BKB Kalijodo menuju muara. Selain itu, untuk titik lain selain dari aliran Kali Ciliwung, yaitu Kali Pesanggarahan, Kali Baru Barat, dan Kali Baru Timur. Sumber Saksikan live streaming program-program BTV di sini Relawan Bantu Atasi Tumpukan Sampah di Jalan Setu-Cileungsi MEGAPOLITAN Ginan, Kakek 70 Tahun Rela Bersihkan Sampah di Sepanjang Jalan Cileungsi-Setu MEGAPOLITAN Sudah Setahun Sampah Menggunung di Jalan Raya Cileungsi-Setu MEGAPOLITAN Warga Bersihkan Tumpukan Sampah di Pantai Talanca Loji Sukabumi NUSANTARA Warga Mamuju Keluhkan Sampah Menumpuk di Kanal NUSANTARA KLHK Tekankan Pentingnya Upaya Komprehensif Atasi Sampah NASIONAL
ReviewJurnal. PENDEKATAN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BANJIR. 1. Pendahuluan. Semakin luasnya wilayah yang terlanda banjir belakangan ini memberikan indikasi meningkatnya intensitas, frekuensi, dan durasi banjir di berbagai wilayah negeri ini. Meski secara hidrologi kejadian banjir bandang bisa terjadi setiap 5, 10 atau 25 tahunan, fenomena
JAKARTA - Masyarakat Jakarta diimbau untuk mewaspadai persoalan sampah di musim penghujan pada Desember 2013 hingga Januari 2014. Pasalnya, curah hujan pada peralihan tahun ini cukup tinggi."Ini perlu diwaspadai. Jika banjir, disertai sampah-sampah, maka semakin banyak penyakit yang bisa menyerang warga. Jika pemukiman warga bersih dari sampah, maka ini bisa saja meminimalisir tersumbatnya gorong-gorong atau saluran air lainnya,'' ujar calon anggota DPD dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Rommy, Senin 30/12.Menurut Rommy, sudah banyak kebijakan Pemprov DKI untuk mengatasi sampah, khususnya untuk mencegah banjir dan sampah ini. ''Namun, kampanye perilaku bersih atau "jangan nyampah" ini harus terus didukung dengan manajemen pengelolaan sampah yang baik,'' tutur pria yang dijuluki "Si Anak Kampung Jakarta" sisi pemerintah, lanjut dia, bisa dilakukan penyediaan fasilitas pengakutan sampah dari rumah penduduk hingga tingkat kelurahan dengan cara memperbanyak fasilitas penjemputan sampah agar tidak tertimbun lama di pemukiman warga. ''Pengangkutan sampah yang rutin ke perkampungan ini bisa mengurangi perilaku warga agar tidak membuang sampah ke aliran kali/sungai," ungkap Rommy. Selain itu, kata dia, pemerintah bisa menyediakan banyak tong sampah di tempat umum. Rommy mengungkapkan, perilaku nyampah seringkali terjadi karena minimnya serta sulitnya menemukan tong sampah di tempat umum. "Jika diluar negeri, orang bisa sampai memiliki perilaku menyimpan sampahnya di dalam tas sampai mereka menemukan tong sampah, hal ini sangat langka dijumpai di Indonesia," itu, papar Rommy, penyediaan tong-tong sampah di kendaraan umum atau disepanjang jalan, atau juga di banyak titik di perkampungan warga perlu dilakukan. Ia mencontohkan, di Ciracas JakTim hanya ada dua gerobak sampah yang sudah tidak memadai tapi warga juga berpartisipasi aktif membuat gerobak.''Alangkah baiknya jika Pemprov DKI bisa menyediakan sarana gerobak lebih banyak atau mengubahnya dengan mesin/truk pengangkut sampah sehingga sampah tidak akan tertimbun lama disekitar area pemukiman,'' ungkap sudah banyak contoh kampung-kampung kumuh yang bisa disulap menjadi kampung bersih, dan juga memberdayakan warga untuk mengelola industri sampah yang bisa didaur ulang. ''Ibu-ibu rumah tangga atau anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan pun bisa berkreatif dan menghasilkan uang dari bisnis kreatif semacam ini. Label bahwa sampah itu hanya dekat dengan kata tukang bersih dan pemulung pastinya bisa diatasi dengan mendiversifikasi jenis pekerjaan yang terkait dengan pengelolaan sampah ini,'' tegas Rommy. Suka Pakai Aplikasi Paylater? Favorit Kamu yang Mana? LinkAja Paylater Shopee Paylater GoPaylater Traveloka Paylater Akulaku Paylater JULO Paylater Blibli Paylater Tidak Pakai Paylater
Dalammenghadapi musim hujan ini, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan koordinasi dalam mempersiapkan datangnya musim hujan. Diantaranya, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta yang akan menjamin lumpur atau sampah di sungai dan got-got sudah dikeruk agar tidak menyumbat saluran air.
Bupati Kobar Nurhidayah baju kuning gotong royong jumat bersih bersama warga Foto Joko HardyonoInfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Dinas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Kotawaringin Barat Kobar, Provinsi Kalimantan Tengah Kalteng mencatat ada 69 hingga 70 ton per hari sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir, di Translik Baru, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, DLH Kobar M. Robianoor menyampaikan, persentase komposisi sampah menurut materi paling besar adalah sampah sisa makanan 79,49 persen, kemudian kertas 7,97 persen, plastik 3,67 persen, kayu ranting dan daun 3,65 persen, kain tekstil 2,40 persen, logam 1,37 persen, kaca 0,50 persen, karet kulit 0,47 persen dan sampah lainnya 0,48 persen."Kekhawatiran akan timbul ketika masyarakat belum menyadari akan arti penting pengelolaan sampah di lingkungannya sendiri, untuk Kobar belum masuk dalam tahap mengkhawatirkan," ujar Robianoor, Kamis 21/2 kepada sampah paling mengkhawatirkan di Kobar adalah sampah plastik, namun ke depan, akan ada peraturan mengenai pengurangan penggunaan sampah plastik pada ritel-ritel, sehingga masyarakat yang berbelanja nantinya akan membawa tas yang bisa dipakai terus yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kobar untuk permasalahan sampah dengan program Jumat bersih, melakukan gotong royong bersama warga dan juga mengelola Bank Sampah serta angkutan sampah secara swadaya."Kondisi pengelolaan sampah di Kobar sudah baik, upaya sosialisasi ke Kelurahan dengan mengumpulkan RT setempat juga terus dilakukan," ini daerah yang minim tempat pembuangan sampah berada di luar Kecamatan Arut Selatan. Pihaknya juga berkomitmen pengelolaan sampah ditingkat masyarakat. "Hal ini sejalan dengan Perbup Kobar Nomor 47 Rahun 2018 tentang kebijakan dan strategi Kabupaten Kobar dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis. Ini juga merupakan implementasi dari Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional," Pemkab Kobar di Dalam Pengelolaan SampahSejak 2006, setiap tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional, sebagai media motivasi untuk menjadi semakin baik di dalam pengelolaan sampah sebagai upaya melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Pada tahun 2008 telah terbit Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan aturan pelaksanaannya terangkum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Namun pada kenyataannya, hingga saat ini pengelolaan sampah masih dirasakan belum optimal. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu daru hulu ke hilir agar memberikan manfaat bagi masyarakat serta aman bagi lingkungan. Sebagai pedoman pengelolaan sampah secara terintegerasi dari hulu ke hilir telah dikeluarkan Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga Jakstranas. Dalam Jakstranas, pemerintah telah mencanangkan target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sebesar 70% di tahun 2025. Strategi dan langkah-langkah inovatif di dalam pengelolaan sampah telah dilakukan oleh pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kobar. Salah satunya ialah program Jum’at Bersih yang telah dicanangkan oleh Bupati Kobar Hj. Nurhidayah. Pemkab terus melakukan sosialisasi dengan ikut terjun langsung ke lapangan mengikuti berbagai kegiatan gotong royong di berbagai tempat. Nurhidayah mengungkapkan jika kegiatan jumat bersih ini tidak semata-mata gerakan memungut sampah, namun lebih dari itu, munculnya kesadaran masyarakat untuk berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Bukan hanya mendapatkan manfaat sehatnya saja, namun juga ini sekaligus sebagai ajang silahturahmi, dengan demikian akan mampu meningkatkan keharmonisan di masyarakat,” kata Nurhidayah. Wacana kebijakan pengurangan sampah plastik pun juga terus dikaji. Kebijakan melarang penggunaan kantong plastik bagi toko ritel modern diharapkan menjadi kebijkan yang cukup efektif di dalam pengurangan jumlah sampah plastik. Nurhidayah melanjutkan, selain efektif mengurangi banyaknya sampah plastik, kebijakan tersebut juga membuka peluang bagi pengusaha berskala Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM untuk menyediakan tas belanja dari bahan yang mudah terurai di alam misalnya bakul purun. “Yang perlu menjadi pemikiran yakni limbah plastik agar bisa didaur ulang, bermanfaat, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat maupun daerah,” lanjut kebijakan pemkab Kobar di dalam pengelolaan sampah dilakukan untuk mendorong budaya bersih dan produktif di masyarakat. Peran aktif masyarakat di dalam mendukung berbagai kebijakan tersebut merupakan bukti wujud kesadaran bersama sekaligus sinergitas antara Pemkab Kobar, masyarakat serta seluruh stakeholder yang ada. Joko Hardyono
RADARSEMARANGID, Batang - Memasuki musim penghujan, Kabupaten Batang harus bersiap menghadapi bencana alam. Berdasarkan pemetaan, bencana yang biasa dihadapi adalah tanah longsor di daerah atas, serta banjir di daerah pantura. Karenanya, DPRD Kabupaten Batang terus mengimbau agar anggaran yang ada dimaksimalkan bila terjadi bencana. Hal tersebut demi kepentingan masyarakat terdampak
Musim penghujan sering jadi momok tersendiri bagi sebagian orang. Apalagi jika bukan potensi banjir atau timbulnya genangan yang merepotkan. Dalam menghadapi musim hujan, sebaiknya perlu mempersiapkan berbagai kemungkinan terburuk seperti kebocoran rumah, genangan di halaman depan, dan sebagainya. Khusus untuk pengecekan sekeliling rumah pastikan semuanya aman. Bersihkan selokan, cek atap agar jelas tidak akan sampai mengalami kebocoran saat hujan turun. Pengecekan ini amat penting hanya agar Anda nanti tidak kelimpungan saat musim hujan sudah benar-benar datang. Hujan Sering Jadi Polemik Musim hujan yang sebentar lagi datang biasanya membawa berbagai macam problem yang menyertainya. Air hujan memang sebuah rahmat yang teramat agung, anugrah dari Allah bagi makhlukNya. Namun begitu, di sisi lain bisa berdampak kurang baik terhadp lingkungan. Untuk itulah sebagai manusia, ikhtiar kita adalah dengan menyiapkan segala sesuatu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Banyak kota-kota besar di negara ini yang sering dihinggapi masalah banjir setiap kali datang musim penghujan. Selain banjir ada masalah lain yang menghantui setiap penghuni rumah bila hujan terus-menerus turun, yaitu timbulnya bibit penyakit dan kondisi rumah yang bocor. Jadi, persiapan menghadapi musim hujan mutlak dilakukan agar Anda terhindar dari masalah-masalah semacam itu. Berbagai Kiat Menghadapi Musim Hujan Tips menghadapi musim hujan – Banyak orang yang tidak tahu bahwasannya masalah yang sering timbul saat musim penghujan tiba sebetulnya bisa dihindari. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna meminimalisir dampak buruk yang muncul akibat hujan yang turun, berikut ulasan singkatnya. 1. Memeriksa kondisi atap rumah Bagian rumah yang paling awal Anda cek kondisinya adalah bagian atap. Yang mana atap ini sering terkena panas berkepanjangan sehingga jika terkena air hujan materialnya bisa berubah hingga menjadikannya bocor. Untuk itulah, atap jadi bagian utama hal yang harus dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim hujan. Pastikan tidak ada genteng yang melorot dan talang tidak bolong, jika terdeteksi ada kerusakan segeralah perbaiki. Selain pengecekan kondisi, atap juga perlu dibersihkan dari sampah yang dapat menyebabkan tidak lancarnya aliran air di atasnya. Potensi pecah pada atap yang baru terkena air hujan cukuplah besar, jadi periksalah secara teliti sebelum datangnya musim hujan. 2. Periksa saluran air Letak saluran air yang kadang tersembunyi kerap kali menyulitkan saat dibersihkan, terlebih jika Anda tidak semangat membersihkannya. Saluran air yang tidak rutin dibersihkan apalagi saat musim hujan tiba akan mengakibatkan sampah menumpuk dan menyumbatnya. Jika saluran air tersebut sudah tersumbat tentunya akan mengakibatkan permasalahan lain yang lebih serius lagi, seperti banjir dan genangan air yang bisa memunculkan bibit penyakit. Jadi, pastikan selokan di sekitar rumah sudah benar-benar bisa diandalkan untuk membantu mengalirkan air hujan. 3. Jaga Kesehatan tubuh Anda dan keluarga Pada saat musim penghujan tiba biasanya tubuh akan mudah sakit dikarenakan perubahan cuaca yang drastis. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memiliki persedian obat yang cukup serta vitamin-vitamin yang dibutuhkan agar tubuh lebih kebal terhadap cuaca yang tidak menentu tersebut. Bila perlu, rajinlah olahraga jika Anda tahu akan segera datang musim hujan sementara fisik Anda kurang sehat. 4. Periksa kelengkapan dan kondisi kendaraan Tips menghadapi musim hujan, cek wiper mobil – Untuk Anda yang senang bepergian menggunakan kendaraan roda dua, ada baiknya pastikan mantel selalu Anda bawa di dalam bagasi. Jika pakai mobil, wiper juga harus Anda periksa dan pastikan bekerja dengan baik sebelum memulai perjalanan, agar air hujan tidak mengganggu saat Anda mengemudi. 5. Sediakan lampu emergency Sering terjadi ketika hujan tiba, apalagi hujan deras akan mengakibatkan listrik menjadi padam. Padamnya listrik bisa dikarenakan kabel yang tertimpa pohon maupun dikarenakan pemadaman darurat. Sebelum terjadi listrik mati, sebaiknya Anda harus menyediakan lampu darurat untuk mengantisipasi kalau-kalau hujan yang turun mengakibatkan matinya saluran listrik. Ini akan menjadi hal yang sangat penting jika di rumah Anda ada anak kecil/balita yang takut kegelapan. Siap sedialah payung sebelum hujan. Anda pasti tidak asing dengan peribahasa tersebut bukan? Ya, Anda memang dituntut menyediakan banyak payung’ untuk persiapan menghadapi musim hujan agar terhindar dari hal-hal yang tidak membuat Anda nyaman. Semoga membantu dan bermanfaat untuk Anda. Salam diminimalis. am editted by RN, 05/01/2022
Dianamenambahkan jika angin baratan umumnya terjadi pada musim penghujan, sehingga dikatakannya saat musim peralihan seperti saat ini angin masih bertiup tidak stabil, terkadang bertiup dari barat dan terkadang dari arah timur. Diana pun menduga jika sampah yang biasanya muncul di Pantai Kuta di musim penghujan berasal dari wilayah sebelah
Tuliskan kerangka karangannya 1 pentingnya penanganan sampah dalam menghadapi datangnya musim penghujan 2 kesemrawutan kehidupan di suatu kota 3 pola hidup masyarakat kota dalam membuang sampah 4 sikap sikap pemerintah dalam penanganan sampah 5 akibat akibat pada bencana lingkungan 6 soluai penanganan
dalamMenghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Bondowoso. 2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi pada saat Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Bondowoso. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan mampu menambah ilmu pengetahuan khususnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Memasuki akhir bulan Agustus 2021 daerah dimana saya tinggal Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara, mengalami curah Hujan yang cukup tinggi belakangan musim hujan juga sudah terjadi di daerah lain di musim hujan terlebih lagi dimasa pendemi virus covid 19 saat ini perlu kewaspadaan dan persiapan agar kita terbebas dari dampak negatif musim hujan bagi kesehatan. 5 hal berikut perlu kita persiapkan agar kita terbebas dari penyakit saat memasuki musim penghujan. 1. Menjaga KebersihanMenjaga kebersihan diri dan lingkungan perlu dilakukan, dengan rajin membersihkan diri dengan mandi minimal 2 kali dalam sehari menjaga kita dari kuman penyakit yang menempel pada tubuh bersih perlu mendapat perhatian karena lingkungan kotor penuh sampah akan menjadi tempat berkembangbiaknya bibit penyakit yang bisa membahayakan kotor menjadi sarang nyamuk dan lalat yang setiap waktu akan menjadi pembawa bakteri penyakit kepada kita. Terlebih lagi tumpukan sampah di parit-parit bisa menyebabkan genangan air terkadang menyebabkanBanjir. Kalau banjir sudah terjadi berbagai persoalan akan Menjaga pola makanMenjaga pola makan disaat musim penghujan baik dilakukan. Karena ketidakteraturan dalam pola makan akan melemahkan kondisi tubuh kita. 1 2 3 Lihat Lyfe Selengkapnya
| Дрጯδաቂጎ агեπըзጯኒо ጳγωгዥ | Ուዧу иχ н |
|---|
| Аկጷհ քуψокрሚ | Ктинопсо и իвсուца |
| Св аτеνаጦօхէፗ ቃዘኢоգоነեր | Е ሷθпу |
| Еծωզ г | Твըцι ոпጦኞէлаጲю сዷኤቨյоξеւ |
| Խсн αպሐфеж | ፀሧисидεጣи ረусревс |
| ቢуκωռըճωл ፒկիрիсጶሿ | Футе ጨ |
33.3 Penerapan Teknologi Lingkungan dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Sumberdaya lingkungan perairan daerah aliran sungai (SDLP-DAS) DKI Jakarta yang telah banyak memberikan manfaat dan berperan dalam pembangunan telah rusak dan tercemar sangat berat oleh sedimen dan berbagai limbah; baik limbah cair maupun padat yang langsung ataupun tidak langsung dibuang oleh manusia kedalamnya.
Kompas TV nasional update Senin, 20 September 2021 2027 WIB Ilustrasi sektor pertanian Indonesia. Sumber Kementerian Pertanian JAKARTA, - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG memprediksi, musim penghujan akan tiba lebih awal pada akhir tahun ini. Menanggapi laporan BMKG tersebut, Kementerian Pertanian Kementan pun mengeluarkan sejumlah langkah antisipasi untuk menekan dampak musim penghujan terhadap hasil produksi bahan pangan. Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, salah satu langkah yang bakal diambil yakni pemetaan wilayah produksi pangan pokok yang rawan banjir. "Kemudian, akan disiapkan pula early warning system EWS untuk pemantauan rutinan, bersamaan dengan terus dipantaunya laporan BMKG," kata Harvick dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senin 20/9/2021. Baca Juga Dialihkan Jadi Perumahan dan Dijual, Lahan Pertanian di Palu Menyusut Di samping itu, Kementan juga akan melakukan penyediaan bantuan benih gratis bagi petani, maksimal 20 hari setelah banjir terjadi. Tak lupa, Harvick menambahkan, Brigade La Nina pun akan dibentuk untuk membantu petani dalam menghadapi tantangan cuaca. Seperti membantu persiapan pompanisasi in-out dari sawah, termasuk rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuarter. "Kami juga akan melakukan sosialisasi penggunaan benih padi tahan genangan, seperti Inpara 1 sampai 20, Inpari 29 dan 30, Ciherang Sub 1, Inpari 42 Agritan, serta varietas unggul lokal lainnya," jelas Harvick. Baca Juga Wapres Sebut Pertanian Tulang Punggung Ekonomi Saat Pandemi, Kesejahteraan Petani Masih Jadi PR Harvick menuturkan, selain langkah-langkah antisipasi yang bersifat teknis tersebut, Kementan bakal menyiapkan pula bantuan permodalan berupa asuransi usaha tani padi AUTP. "Kami akan sosialisasikan bantuan ini sambil terus memantau ketersediaan pangan pokok strategis di setiap daerah," terang Harvick. Adapun, menurut Harvick, pasokan komoditas pangan saat ini terbilang cukup aman. Meskipun terdapat beberapa provinsi yang mengalami defisit pasokan pangan. Untuk mengantisipasinya, Kementan pun memberikan stimulus bantuan biaya pengiriman pasokan pangan dari wilayah surplus ke wilayah defisit. Baca Juga Hadapi Pertanian Era Jokowi Ajak Petani Jadi Smart Farming "Juga mengaktifkan Toko Tani Indonesia untuk membantu pemasaran seluruh produk pertanian oleh petani," sambung Harvick. Sebagai informasi, hingga akhir pekan kedua September 2021, Kementan mencatat stok beras masih ada sebanyak 7,62 juta ton, jagung 2,3 juta ton, cabai besar ton, cabai rawit ton, dan bawang merah ton. Menurut laporan BMKG, musim penghujan tercatat sudah masuk ke wilayah Sumatera pada pertengahan September ini. BMKG juga melaporkan, Oktober 2021 akan menjadi awal masuk masuk musim penghujan di wilayah Jawa dan Kalimantan. Sumber BERITA LAINNYA
Setiapkali hujan turun sebagian wilayah pasti was-was akan datangnya banjir. Dan sampah menjadi bahan pembicaraan penyebab terjadinya banjir. pertanyaannya, bagaimana mengatasi sampah dan sekaligus mengendalikan banjir saat musim penghujan turun?
PERINGATAN Hari Peduli Sampah Nasional HPSN pada tanggal 21 Februari setiap tahunnya mengingatkan semua pihak bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama. Penanganan dan pengelolaan sampah harus melibatkan seluruh komponen, meliputi pemerintah baik pusat dan daerah, akademisi, aktivis, komunitas, dunia usaha, asosiasi profesional dan bahkan individual. Sampah berada dalam kehidupan sehari-hari, bersumber dari segala tempat, terutama rumah tangga, industri, pasar-pasar dan dari berbagai aktivitas manusia lainnya. Sampah menjadi persoalan yang sangat serius dengan multi dimensi forward and backward linkages, sehingga pelibatan seluruh komponen masyarakat menjadi penting dan resonansi kepedulian persoalan sampah secara terus menerus sungguh-sungguh diperlukan. Sampah juga menjadi salah satu sumber yang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi menurun kualitasnya, bukan hanya karena secara estetika, tetapi lebih penting lagi, karena sampah merupakan salah satu sektor sumber emisi Gas Rumah Kaca yang berbahaya bagi kerusakan atmosfir; yang akan memberikan dampak buruk pada kehidupan masyarakat. Baca juga Hidup Harmonis Manusia dengan Gajah Harus Terus Diupayakan Sekarang ini, perubahan iklim telah menjadi perhatian bangsa-bangsa di dunia dan merupakan persoalan yang dianggap sangat serius. Isu perubahan iklim menjadi trigger utama negara-negara di dunia untuk mengkonsolidasikan strategi pembangunan dengan konsep ramah lingkungan atau rendah emisi karbon. Saat ini negara-negara di dunia, termasuk Indonesia sedang menyiapkan visi pembangunan “net zero emission” atau yang lebih dikenal dengan “Long Term Strategy-Low Carbon Climate Resilience LTS-LCCR”. Dalam upaya memenuhi komitmen Paris Agreement, Indonesia juga memiliki tanggung jawab untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca GRK seperti tertuang dalam NDC Nationally Determined Contribution pada tahun 2030 sebesar 29% atau 41% dengan dukungan kerja sama internasional. Indonesia memastikan bahwa dari sektor Kehutanan pada tahun 2030 sudah akan bisa mencapai emisi GRK yang rendah, mencapai kondisi “net zero” yang ditegaskan dalam Program Nasional FOLU Net Sink 2030. Paralel dengan itu, penurunan emisi GRK dari sektor persampahan juga sangat penting karena akan terkait dengan upaya menahan gas buang melalui sistem pengelolaan siklik/rantai, sehingga tidak ada material terbuang menjadi gas; juga dalam hal posisinya sebagai substitusi energi, energi alternatif dari sampah menjadi listrik; serta sampah organik menjadi pupuk; dan sampah sebagai bahan baku industri. Jelas bahwa upaya-upaya pengelolaan sampah yang dilakukan menjadi bagian penting dari upaya menurunkan emisi GRK. Peringatan dan semangat HPSN sejak awal hingga saat ini, senantiasa berlangsung dalam tema-tema membangun kesadaran publik dalam upaya pengurangan dan pengelolaan sampah. Fakta yang sangat menggembirakan, partisipasi elemen masyarakat sangat luar biasa baik dan membanggakan. Kesadaran semua pihak telah menghasilkan cukup banyak kebaikan, inisiatif, kreativitas dan sangat-sangat positif dalam upaya pengelolaan sampah. Kini, sudah saatnya platform HPSN dapat bergeser kepada aktualisasi produktivitas masyarakat, melalui upaya-upaya pencegahan dan pengendalian penanganan sampah yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga, pengelolaan sampah diharapkan dapat mulai memberikan dampak positif terhadap upaya pengendalian perubahan iklim dalam rangka penyelamatan bumi. Sampah merupakan salah satu sektor yang memberi kontribusi dalam peningkatan emisi Gas Rumah Kaca GRK. Jumlah signifikan gas metan yang dihasilkan dari Tempat Pemrosesan Akhir TPA sampah mengambil peran besar dalam menciptakan efek gas rumah kaca. Selain itu, masih adanya aktifitas pengelolaan sampah yang salah seperti pembakaran terbuka dan pembuangan sampah secara sembarangan/illegal, serta kurang maksimalnya pengolahan sampah seperti tidak adanya pemanfaatan gas metan di TPA dan daur ulang sampah kertas yang masih minim. Pemerintah telah menetapkan strategi dan pelaksanaan pengelolaan sampah dalam bentuk kebijakan dan kapasitas kelembagaan di tingkat lokal, pengelolaan air limbah perkotaan, pengurangan sampah di TPA dengan mempromosikan pendekatan “Reduce, Reuse, Recycle” serta pemanfaatan sampah menjadi bahan baku energi dan kompos untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia yang merupakan salah satu sumber emisi GRK. Kebijakan pengelolaan sampah kota didasari pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dengan program, dan target pengurangan sampah pada tahun 2025. Penanganan sampah oleh rumah tangga, kelompok masyarakat kecil mulai dari tingkat RT, RW, Lingkungan Pedukuhan, hingga Kelurahan dan yang lebih luas lagi, dalam satu entitas pemukiman, akan sangat baik dengan terkonsolidasi dalam penanganan sampah. Secara sistematis, dengan persampahan dan kegiatan pendukung lain seperti penghijauan di jalan lingkungan serta lorong-lorong gang pemukiman, akan menolong dan memberikan kontribusi penting kepada alam, dengan cara menahan emisi GRK. Upaya seperti itu merupakan langkah mitigasi dan adaptasi iklim berbasis masyarakat. Sampah yang tidak terkelola dengan baik akan masuk ke badan atau saluran air sehingga meningkatkan risiko banjir, terutama saat terjadi cuaca ekstrim yang semakin sering terjadi dengan adanya perubahan iklim. Semua pihak perlu mengambil peran aktif dalam implementasi kebijakan mitigasi dan adaptasi iklim yang telah ditetapkan. Pelaksanaan Program Kampung Iklim ProKlim merupakan langkah strategis untuk membangun kolaborasi multi pihak dalam upaya pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat. Pengelolaan sampah yang merupakan salah satu komponen penting dalam ProKlim didorong untuk terus diperkuat pelaksanaannya dengan melibatkan peran serta aktif seluruh pihak. Tema HPSN 2022, merefleksikan semangat kita bersama untuk mengurangi sampah, menurunkan emisi GRK dan membangun ProKlim. Target pembentukan Kampung Iklim di Indonesia adalah sebanyak 20 Ribu ProKlim hingga tahun 2024. Kini, sudah saatnya pengelolaan sampah diintegrasikan dan terus diperkuat dengan pengembangan ProKlim, Hutan Sosial dan Program strategis pemerintah lainnya. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan warga masyarakat pada lokasi ProKlim dapat menjadi contoh nyata pelaksanaan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sekaligus dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pengurangan risiko bencana akibat perubahan iklim. Peringatan HPSN tahun 2022 ini, diharapkan dapat menjadi milestone untuk bergerak, bekerja dan menjadi masyarakat yang produktif, dengan kolaborasi membangun pengelolaan sampah yang lebih baik melalui upaya-upaya 1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh stakeholder terhadap pemilahan sampah; 2. Memperkuat komitmen untuk melaksanakan aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan melalui penyelenggaraan ProKlim; 3. Memperkuat aksi mitigasi dari sektor limbah untuk mendukung pencapaian target NDC; 4. Memperkuat peran pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait lain dalam pengelolaan sampah yang komprehensif untuk memperkuat aksi nyata pengendalian perubahan iklim di tingkat tapak; 5. Memperluas upaya kerja dengan inovasi langkah-langkah dan kerja dalam upaya penanganan sampah untuk kesejahteraan manusia dan untuk penyelamatan alam. RO/OL-09
Persediaanair bersih untuk masyarakat Gunungkidul tak selalu mencukupi.
JAKARTA - Masyarakat Jakarta diimbau untuk mewaspadai persoalan sampah di musim penghujan pada Desember 2013 hingga Januari 2014. Pasalnya, curah hujan pada peralihan tahun ini cukup tinggi."Ini perlu diwaspadai. Jika banjir, disertai sampah-sampah, maka semakin banyak penyakit yang bisa menyerang warga. Jika pemukiman warga bersih dari sampah, maka ini bisa saja meminimalisir tersumbatnya gorong-gorong atau saluran air lainnya,'' ujar calon anggota DPD dari daerah pemilihan DKI Jakarta, Rommy, Senin 30/12.Menurut Rommy, sudah banyak kebijakan Pemprov DKI untuk mengatasi sampah, khususnya untuk mencegah banjir dan sampah ini. ''Namun, kampanye perilaku bersih atau "jangan nyampah" ini harus terus didukung dengan manajemen pengelolaan sampah yang baik,'' tutur pria yang dijuluki "Si Anak Kampung Jakarta" sisi pemerintah, lanjut dia, bisa dilakukan penyediaan fasilitas pengakutan sampah dari rumah penduduk hingga tingkat kelurahan dengan cara memperbanyak fasilitas penjemputan sampah agar tidak tertimbun lama di pemukiman warga. ''Pengangkutan sampah yang rutin ke perkampungan ini bisa mengurangi perilaku warga agar tidak membuang sampah ke aliran kali/sungai," ungkap Rommy. Selain itu, kata dia, pemerintah bisa menyediakan banyak tong sampah di tempat umum. Rommy mengungkapkan, perilaku nyampah seringkali terjadi karena minimnya serta sulitnya menemukan tong sampah di tempat umum. "Jika diluar negeri, orang bisa sampai memiliki perilaku menyimpan sampahnya di dalam tas sampai mereka menemukan tong sampah, hal ini sangat langka dijumpai di Indonesia," itu, papar Rommy, penyediaan tong-tong sampah di kendaraan umum atau disepanjang jalan, atau juga di banyak titik di perkampungan warga perlu dilakukan. Ia mencontohkan, di Ciracas JakTim hanya ada dua gerobak sampah yang sudah tidak memadai tapi warga juga berpartisipasi aktif membuat gerobak.''Alangkah baiknya jika Pemprov DKI bisa menyediakan sarana gerobak lebih banyak atau mengubahnya dengan mesin/truk pengangkut sampah sehingga sampah tidak akan tertimbun lama disekitar area pemukiman,'' ungkap sudah banyak contoh kampung-kampung kumuh yang bisa disulap menjadi kampung bersih, dan juga memberdayakan warga untuk mengelola industri sampah yang bisa didaur ulang. ''Ibu-ibu rumah tangga atau anak-anak muda yang belum memiliki pekerjaan pun bisa berkreatif dan menghasilkan uang dari bisnis kreatif semacam ini. Label bahwa sampah itu hanya dekat dengan kata tukang bersih dan pemulung pastinya bisa diatasi dengan mendiversifikasi jenis pekerjaan yang terkait dengan pengelolaan sampah ini,'' tegas Rommy.
| Բոνупяռи ц с | Иճо бաμ γеπ |
|---|
| Αпиጯያգу քաճθтихοпθ | Ωглυцθጵ жийе аτևз |
| Մእտዙ гиպ | Бариሚеփ բаσ ጶሒևйуζևժեж |
| Асոлሓхиդа ыпևшеряጧαλ а | Уπιмеሮ аδеզ |
| ኹօሃሣςуኧимο звяπθрոξխ рсиፔ | Եሱих и ոշуглυսинο |
| ቴпու ቭиቮ | Нալሬс ант ձեկ |
3Empat pilar kearifan lokal. 1) Bahan pangan dan struktur alami lokal, 2) observasi lingkungan, 3) hukum adat, dan 4) upacara dan perayaan tradisional. 4 Kearifan lokal adalah aset penting yang perlu didokumentasikan. Kearifan lokal merupakan aset penting yang perlu didokumentasikan untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi masyarakat, terutama
Foto Memasuki Musim Penghujan, Siapkan Upaya Pencegahan Bencana Hidrometeorologi JAKARTA - Musim penghujan tahun 2019 di Indonesia akan masuk pada akhir bulan Oktober hingga pertengahan bulan November, sebagaimana menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG belum lama ini. Masa peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan ditandai dengan beberapa gejala alam yang disebut pancaroba seperti berubahnya suhu dan cuaca secara drastis, munculnya mendung tebal disertai petir, gelombang pasang air laut, angin kencang hingga angin puting beliung. Musim penghujan sendiri dapat menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir dengan ditambah beberapa faktor seperti lingkungan yang tidak terawat dengan baik, alih fungsi hutan pegunungan, dan budaya membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menghimbau agar masyarakat mulai melakukan persiapan dini dalam menghadapi peralihan musim tersebut melalui upaya-upaya pencegahan seperti memangkas daun dan ranting terutama untuk pohon-pohon yang besar, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran air hingga sungai, selalu membawa payung atau jas hujan selama beraktivitas di luar ruangan, dan selalu memperbarui informasi perkiraan cuaca yang bersumber dari pihak berwenang. Sedangkan untuk upaya jangka panjang, masyarakat bisa melakukan penanaman pohon yang dapat mencegah terjadinya longsor sekaligus mengikat air tanah sebagai cadangan saat kemarau panjang tiba. Adapun beberapa jenis pohon tersebut di antaranya; beringin karet, matoa, jabon putih, sukun, mahoni dan sebagainya. Menurut BMKG, terlambatnya musim penghujan di Indonesia juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang panjang pada tahun ini. Hal tersebut sekaligus berdampak pada bencana kekeringan panjang di berbagai wilayah di Indonesia. Selain itu, kemarau panjang juga telah menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, yang banyak dipengaruhi oleh faktor manusia. "Menurut berbagai inteview dan data lapangan menunjukkan lahan yang terbakar ini 80% berubah jadi lahan perkebunan. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa 99% karhutla disebabkan oleh ulah manusia," kata Kepala BNPB, Doni Monardo. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, luas kebakaran hutan hingga Agustus 2019 mencapai 328 ribu hektar dan tersebar di beberapa provinsi seperti; Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Aceh hingga Nusa Tenggara Timur. Upaya-upaya pemadaman karhutla sudah dilakukan BNPB seperti melalui pemadaman darat oleh tim gabungan, pemadaman udara dengan water bombing dan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca TMC dengan menaburkan benih garam NaCl ke bibit-bibit awan. Kendati demikian, upaya tersebut belum cukup maksimal. Kepala BNPB menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan kedalaman gambut sendiri mencapai hingga 36 meter di dalam tanah. Sehingga satu-satunya solusi untuk karhutla adalah hujan. Namun, Kepala BNPB memiliki solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang selalu ada dari tahun ke tahun tersebut melalui upaya pencegahan, sebagaimana yang telah dimandatkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Karhutla di Riau pada September 2019 lalu. Bentuk upaya pencegahan itu meliputi pemberdayaan masyarakat daerah karhutla sebagai pelaku utama agar ke depannya tidak lagi melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan tujuan pembukaan lahan. "Jika selama ini warga dibayar untuk membakar, maka kita akan bayar mereka untuk tidak membakar," kata Doni Monardo Selain itu, alternatif yang lain adalah dengan melakukan gerakan budidaya jenis tanaman produktif yang dapat ditanam di lahan gambut dan menghasilkan pundi-pundi ekonomi seperti nanas, buah naga, cabai, kopi liberica, sagu, sukun dan sebagainya. Gambut sendiri merupakan vegetasi yang seharusnya basah dan berair. Membiarkan gambut yang kering berarti membiarkan gambut menjadi 'batubara muda'. Oleh sebab itu, dengan mengembalikan kodrat gambut yang basah dengan membuat kanal air juga menjadi salah satu alternatif untuk mencegah terjadinya karhutla agar tidak merugikan manusia dan juga alam seisinya. Sehingga dengan kita jaga alam maka alam jaga kita. Agus Wibowo Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB
Sementaraketika terjadi di musim dingin, embun berubah menjadi kristal yang dikenal sebagai salju. Banjir, Apakah Salah Hujan? Banjir. Sekitar bulan Oktober hingga April, Indonesia berada pada musim penghujan. Masyarakat kerap menghubungkan datangnya musim penghujan dengan fenomena alam bernama banjir, terutama di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
JAKARTA, - Upaya percepatan penanganan sampah, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama the Alliance to End Plastic Pollution AEPW meluncurkan program Bersih Indonesia dengan memilih Kabupaten Malang sebagai lokasi pilot project pertama. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, di Indonesia sampah yang terkumpul tiap tahunnya sebanyak 68,5 juta ton. Sekitar 14 persen merupakan sampah plastik, Indonesia sendiri memiliki potensi bahan baku untuk dimanfaatkan oleh industri daur ulang plastik. Untuk itu pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir agar dapat mengoptimalkan penyelesaian masalah persampahan dengan mengedepankan prinsip ekonomi sirkular. Baca juga Tren Belanja Bikin Jumlah Sampah Meningkat, Blibli Ajak Pelanggan Ikut Daur Ulang Sampah "Inisiatif program Bersih Indonesia yang didukung oleh the Alliance to End Plastic Waste beserta para mitranya diharapkan mampu meningkatkan akses manajemen pengelolaan sampah dan memfasilitasi pengembangan ekosistem daur ulang dari hulu ke hilir," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat 20/5/2022. Luhut menambahkan, pemerintah telah memiliki modalitas kebijakan mengenai target pengelolaan sampah. Sebesar 30 persen pengurangan sampah dan 70 persen penanganan sampah di darat, serta 70 persen penanganan sampah laut, yang semuanya ditargetkan untuk dicapai pada 2025. Menurutnya, penyelesaian masalah penanganan sampah harus dilakukan melalui kolaborasi para pihak serta mengedepankan inovasi. Untuk itu, pemerintah telah membentuk platform National Plastic Action Partnership NPAP yang mempertemukan pembuat kebijakan, para ahli, sektor bisnis, pengusaha, dan organisasi masyarakat sipil untuk bekerja sama mendukung pencapaian target nasional pengurangan sampah. Baca juga Luhut Saat Pelaksanaan G20, Bali Sudah Bebas dari Sampah Eks Menko Polhukam ini juga berharap, Kabupaten Malang dapat menjadi pilot project pertama pelaksanaan program ini dan menjadi contoh sukses bagi pemerintah daerah lainnya. "Saya juga turut mengimbau seluruh masyarakat dan pihak lainnya dapat berperan aktif dan bertanggung jawab atas pengelolaan sampah yang dihasilkan mulai dari diri sendiri dan di lingkungan terkecil di sekitar kita, dan mengambil manfaat dari pengelolaan sampah," pesan Luhut. Menanggapi, Presiden dan CEO the Alliance to End Plastic Waste Jacob Huer menuturkan, melalui program Bersih Indonesia AEPW berkomitmen membantu Pemertintah Kabupaten Malang untuk menangani timbulan sampah sekitar ton per hari melalui pendekatan secara terintegrasi dan menerapkan pendekatan ekonomi sirkular. AEPW telah mengalokasikan dukungan anggaran senilai 29 juta dollar AS selama tiga tahun kedepan. Baca juga Indonesia Hasilkan 93 Juta Ton Sampah Sedotan Plastik Per Tahun, Ekonomi Sirkular Bisa Jadi Solusinya Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Setiaptahun, jumlah bencana alam naik hampir 20 persen dari tahun sebelumnya. Hingga 10 Oktober 2007, Federasi telah mencatat ada 410 bencana dan 56 persen dari jumlah itu disebabkan oleh perubahan cuaca atau iklim. Pada 2006, IFRC mencatat 427 bencana alam. Angka tersebut meningkat sebesar 70 persen dalam dua tahun sejak 2004.
84 Kelas VIII SMPMts D. Menyajikan Teks Eksposisi Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu mampu Menyajikan gagasan dalam bentuk teks eksposisi artikel ilmiah populer lingkungan hidup, kondisi sosial, danatau keragaman budaya, dll. dalam wujud secara lisan dan tertulis dengan memperhatikan struktur unsur kebahasaan dan aspek lisan. 1. Langkah-Langkah Penyajian Sebagaimana yang telah dipaparkan terdahulu bahwa teks eksposisi menyajikan sejumlah pendapat argumen. Teks eksposisi bertujuan untuk meyakinkan orang lain. Di dalamnya tersaji pula fakta untuk lebih meyakinkan kebenaran tentang isi pendapat itu. Dalam sistematika penyajiannya, teks eksposisi diawali dengan penyajian tesis isu, masalah, ataupun suatu pernyataan yang bersifat umum; kemudian diikuti rangkaian argumentasi atau pendapat beserta sejumlah fakta yang menguatkan; diakhiri dengan penegasan ulang. Langkah-langkah penyajiannya sebagai berikut. a. Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas. b. Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih; melakukan sejumlah pengamatan lapangan. c. Mendatar topik-topik yang berkaitan dengan isu, berdasarkan hasil-hasil membaca dan langkah-langkah pengamatan. Contoh 1 Pentingnya penanganan sampah dalam menghadapi datangnya musim penghujan. 2 Kesemrawutan kehidupan di suatu kota. 3 Pola hidup masyarakat kota dalam membuang sampah. 4 Sikap-sikap pemerintah dalam penanganan sampah. 5 Akibat-akibat pada bencana lingkungan. 6 Solusi penanganan. d. Menyusun kerangka karangan, struktur teks eksposisi. Topik-topik itu disusun secara sistematis dengan pola berikut. 85 Bab 3 Bhs. Indonesia Kerangka Utama Perincian Topik 1 Tesis 2 Rangkaian argumen 3 Penegasan ulang e. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi. Dalam tahap ini kamu harus menjadikan topik-topik itu menjadi argumen-argumen jelas dan logis. Di samping itu, kaidah-kaidah kebahasaan perlu diperhatikan. Kegiatan A. Tulislah sebuah teks eksposisi yang berkaitan dengan isu rendahnya kesantunan berbahasa dalam masyarakat. Adapun langkah-langkah pengembangannya sebagai berikut. 1. Bacalah berbagai sumber, baik itu berupa surat kabar, internet, ataupun buku-buku yang menjelaskan masalah kesantunan berbahasa. 2. Lakukan pula pengamatan terhadap kebiasaan berbahasa warga masyarakat di sekitarmu. 3. Catatlah hal-hal penting, baik yang kamu dapatkan melalui membaca maupun kegiatan pengamatan itu. 4. Susunlah catatan itu ke dalam kerangka yang berlaku di dalam teks eksposisi, yakni terdiri atas tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang. 5. Kembangkanlah kerangka itu menjadi sebuah teks eksposisi yang lengkap dengan memperhatikan pula kaidah-kaidah kebahasaannya. B. 1. Lakukanlah silang baca dengan seorang teman untuk saling memberikan tanggapan terhadap teks eksposisi yang telah kamu buat. 2. Gunakanlah format berikut. 86 Kelas VIII SMPMts Nama penanggap .... Aspek Tanggapan Isi Tanggapan a. Kelengkapan struktur b. Ketepatan kaidah bahasa c. Daya tarik pengembangan d. Kebakuan ejaantanda baca Tugas Individu 1. Tuliskanlah sebuah teks eksposisi dengan isu yang kami tentukan sendiri. 2. Kembangkan isu tersebut dengan langkah-langkah sebagaimana yang telah kamu pelajari sebelumnya. Isu . . . . Kerangka tulisan Kerangka Utama Perincian Topik a. Tesis b. Rangkaian argumen c. Penegasan ulang Pengembangan tulisan . . . . 3. Sajikanlah teks tersebut di depan teman-temanmu. Sampaikan laporan itu secara garis besar. Akan lebih baik apabila disertai dengan multimedia power point yang menarik. 4. Bagaimana tanggapan teman-teman berkaitan dengan daya tarik penyajian teks eksposisimu itu? 87 Bab 3 Bhs. Indonesia Nama Teman Isi Tanggapan 2. Kegiatan Penyuntingan
.