🐄 Puisi Kerinduan Kepada Allah

Postsabout Puisi Ulang Tahun untuk Nisa Alwis written by Ahmad Gaus

Puisi Kerinduan Kepada Allah. yang menyimpan kerinduan kepada seseorang karena ia menghargai Sang Pemberi Kerinduan Dialah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang []VI 17 Februari 2002 15 35 sampai hari ini aku masih rindu sampai hari ini senyumku masih ikhlas aku berikan untuknya sampai hari ini rinduku masih tersimpan rapi sampai hari ini ia masih. 54 Puisi Rindu Kangen Kekasih Sahabat Mantan Pacar Ayah Ibu Dst from Kumpulan puisi agama Islam tentang rindu kepeda Allah Puisi Islami yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untuk kali ini adalah contoh puisi agama islam dalam bentuk puisi rindu islami artinya kata kata rindu Islam dirangkai dengan kata kata islami Sebagaimana rindu adalah hal yang manusiawi apalagi rindu kepada Allah untuk mendekat. Antologi Puisi Untukmu Sahabat 2 >> Kerinduan yang Hadir Kumpulan puisi islami tentang cinta kepada Allah ini diharapkan bisa mengingatkan kita khususnya yg mungkin sudah lama terjerumus ke jurang maksiat dan melupakan cinta kepada Allah Gk usah basa basi lagi silahkan langsung disimak untuk puisi islami tentang cinta kepada iLLahi ===== Aku bosan aku muak di tempat ini. Puisi Pasrah Kepada Allah Berkas Puisi Apakah puisi tentang pasrah kepada Allah bercerita seperti puisi minta pertolongan kepada Allah atau puisi pasrah dengan keadaan ataukah bercerita seperti puisi pasrah pada Tuhan Untuk lebih jelasnya kata kata pasrah dan cerita puisi berserah diri disimak saja deretan bait puisi pasrah kepada Allah di bawah ini. Kumpulan Puisi Agama Islam Tentang Rindu Kepada Allah Puisi Puisi Cinta Kepada Allah Allah itu Maha Indah Terkadang keindahannya menyapa dalam relung batin kita dalam bentuk romantisme berupa kerinduan dan cinta Namun tidak semua makhlukNya mampu menerima sinyalsinyal itu Hanya mereka yang mau mendekat kepadaNya akan menerima balasan cinta dan kerinduanNya. 54 Puisi Rindu Kangen Kekasih Sahabat Mantan Pacar Ayah Ibu Dst Bersihkan hati Puisi Islami Tentang Cinta Kepada Tuhan [Puisi] Keagungan Dan Kebesaran Allah SWT √ Puisi Tentang Aku dan Kamu, Kerinduan Ibu dan Calon Imam Spiritual Islam PUISI CINTA KEPADA ALLAH Keagungan Dan Kebesaran Allah SWT Oleh Erwin Ahmad Bagai impian yang diungkapkan Diungkapkan dalam permohonan Dalam do&39a yang dipanjatkan Dipanjatkan kepada TUHAN ALLAH SWT Sang Pencipta serta Sang pemilik kehidupan Ditengah penantian yang penuh kesabaran Relung hati yang tengah dilanda kerinduan.

SyairKerinduan Sang Sufi Wanita Syaikha Tuhfah. 3 Sufi Wanita, Tuhfah ra July 26, 2017. Ku tinggalkan manusia, dunia dan Agama mereka. karena sibuk oleh cinta-Mu. Wahai dunia dan agamaku, Kerinduan dalam hati dan jiwa. Kesemuanya adalah dari padaku. Sedang cinta dan Kekasihku. Telah menguasai seluruh dariku.
Bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillah, wasshalatu wassalamu ala rasulillah, amma ba'du. para agan-agan yang ganteng dan aganwati yang cantik-cantik, selamat merayakan maulid khususnya bagi temen-temen ane yang muslim dan merayakannya. TS pengen mengisi perayaan maulid ini dengan nasihat nasihat bijak khususnya puisi tentang cinta rasul. Semoga dengan keindahan bahasa, ungkapan cinta dari penyairnya, kita bisa mendapatkan teladan yang baik. Oh ya buat temen-temen kristiani ane ucapin selamat merayakan hari natal, semoga kita diliputi damai selalu. Rindu Rasul Oleh Taufik Ismail Spoiler for Rindu Rasul Rindu kami padamu Ya Rasul Rindu tiada terperi. Berabad jarak darimu Ya Rasul Serasa dikau di sini. Cinta ikhlasmu Pada manusia Bagai cahaya suarga Dapatkah kami membalas cintamu Secara bersahaja? 1974. Ya Rasulullah oleh Gus Mus Spoiler for Ya Rasulullah Ya Rasulullah… aku ingin menjadi santri berbaju putih yang tiba-tiba datang menghadapmu, duduk menyentuhkan lututnya pada lututmu yang agung dan meletakkan telapak tangannya di atas paha muliamu, lalu aku akan bertanya….??? Ya Rasulullah… tentang Islamku, Ya Rasulullah… tentang Imanku, Ya Rasulullah… tentang Ihsanku. Ya Rasulullah… Mulut dan hatiku bersaksi tiada tuhan selain allah dan bersaksi bahwa engkaulah utusan allah tapi ku sembah jua diriku Astaghfirullah…!! Dan risalahmu hanya ku baca bagai sejarah. Ya Rasulullah… Setiap saat jasadku solat setiap kali diriku bersimpuh diriku juga yang ku ingat, setiap saat ku baca shalawat setiap saat tak lupa ku sampaikan salam ” Assalamu alaika ayyuhan Nabiyu warahmatullahu wabarokatuh” salam padamu wahai nabi juga rahmat dan berkat Allah tapi tak pernah ku sadari apakah di hadapanku kau menjawab salamku bahkan apakah aku menyalamimu. Ya Rasulullah… ragaku berpuasa dan jiwaku ku lepas bagai kuda Ya Rasulullah… sekali-kali ku bayar zakat dengan niat mendapat balasan kontan dan berlipat Ya Rasulullah… aku pernah naik haji sambil menaikkan gengsi. Ya Rasulullah… Sudah Islamkah aku? Ya Rasulullah… Aku percaya Allah dan sifat-sifatNYA, aku percaya malaikat, percaya kitab suciNYA , percaya Nabi-nabi utusanNYA, aku percaya akhirat, percaya Qada QadarNYA seperti yang ku catat dan ku hafal dari Ustaz, tapi aku tak tahu seberapa besar itu mempengaruhi kelakuanku. Ya Rasulullah… sudah Imankah aku…??? Ya Rasulullah… ku dengar panggilan aku menghadap Allah tapi apakah DIA menjumpaiku sementara wajah dan hatiku tak menentu. Ya Rasulullah… dapatkah aku berihsan…??? Ya Rasulullah… ku ingin menatap meski sekejap wajahmu yang elok mengelok setelah sekian lama mataku hanya menangkap gelap. Ya Rasulullah… ku ingin mereguk senyummu yang segar setelah dahaga di padang kehidupan hambar hampir membuatku terkapar. Ya Rasulullah… meski secercah titiskan pada ku cahayamu buat bekalku sekali lagi menghampiri NYA. AKU MERINDUKANMU, O, MUHAMMADKU OlehGus Mus Spoiler for Aku merindukanmu oh muhammadku Aku merindukanmu, o, Muhammadku Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah Menatap mataku yang tak berdaya Sementara tangan-tangan perkasa Terus mempermainkan kelemahan Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan Mencari-cari tangan Lembut-wibawamu Dari dada-dada tipis papan Terus kudengar suara serutan Derita mengiris berkepanjangan Dan kepongahan tingkah-meningkah Telingaku pun kutelengkan Berharap sesekali mendengar Merdu-menghibur suaramu Aku merindukanmu, o. Muhammadku Ribuan tangan gurita keserakahan Menjulur-julur kesana kemari Mencari mangsa memakan korban Melilit bumi meretas harapan Aku pun dengan sisa-sisa suaraku Mencoba memanggil-manggilmu O, Muhammadku, O, Muhammadku! Dimana-mana sesama saudara Saling cakar berebut benar Sambil terus berbuat kesalahan Qur’an dan sabdamu hanyalah kendaraan Masing-masing mereka yang berkepentingan Aku pun meninggalkan mereka Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku Aku merindukanmu, O, Muhammadku Sekian banyak Abu Jahal Abu Lahab Menitis ke sekian banyak umatmu O, Muhammadku – Sholawat dan salam bagimu – Bagaimana melawan gelombang kebodohan Dan kecongkaan yang telah tergayakan Bagaimana memerangi Umat sendiri? O, Muhammadku Aku merindukanmu, o, Muhammadku Aku sungguh merindukanmu Muhammadkan Hamba Ya Rabbi! Oleh Cak Nun Spoiler for Muhammadkan Hamba ya Robbi Muhammadkan hamba Ya Rabbi! Di setiap tarikan napas dan langkah kaki Tak ada dambaan yang lebih sempurna lagi Di ufuk jauh kerinduan hamba, Muhammad berdiri Muhammadkan Ya Rabbi hamba yang hina dina Seperti siang malammu yang patuh dan setia Seperti bumi dan matahari yang bekerja sama Menjalankan tugasnya dengan amat terpelihara Sebagai adam hamba lahir dari gua garba ibunda Engkau tuturkan pengetahuan tentang benda-benda Hamba meniti alif-ba-ta makrifat pertama Mengawali perjuangan untuk menjadi mulia Ya Rabbi! Engkau tiupkan ruh ke dalam nuh hamba Dengan perahu di padang pasir yang mensamudera Hamba menangis oleh pengingkaran amat dahsyatnya Dan bersujud di bawah bukti kebenaranmu yang nyata Sesudah berulangkali bangun dan terbanting Merenungi dan mencarilah hamba sebagai Ibrahim Menatapi laut, bulan, bintang dan matahari Sampai gamblang bagi hamba Allah yang sejati Jadilah hamba pemuda pengangkat kapak Menghancurkan berhala sampai luluh lantak Hamba lawan jika pun Fir’aun sepuluh jumlahnya Karena api sejuk membungkus badan hamba Kemudian Ya Rabbi engkau ajarkan hal kedewasaan Yakni penyembelihan dan Kurban, pasrah dan keikhlasan Tatkala dengan hati pedih pedang hamba ayunkan Sukma hamba memasuki Ismail yang menelentang Ismail hamba membisikkan firman-Mu Ya Rabbi Bahwa dewasa tidaklah ditandai kegagahan diri Melainkan rela menyaring dan menyeleksi Agar secara jernih berkenalan dengan yang inti Di saat meng-ismail itu betapa jiwa hamba gemetar Ego pribadi adalah musuh yang teramat tegar Jika di hadapan-Mu masih ada sejumput saja pamrih Maka leher hamba sendiri yang bakal tersembelih Dan memang kepala hamba tanggal berulangkali Di medan peperangan modern ini Ya Rabbi Hambalah kambing di jalanan peradaban ini Darah mengucur, daging hamba dijadikan kenduri Tulus hati dan istiqamah Ismail Ya Rabbi Betapa sering lenyap dari gairah perjuangan ini Keberanian untuk bersetia kepada kehendakmu Di hadapan musuh gugur satu demi satu Maka hamba-Mu yang dungu belajar menjadi Musa Meniti kembali setiap hakikat alif-ba-ta Belajar berkata-kata, belajar merumuskan cara Harun hamba membantu mengungkapkannya Musa hamba membukakan universitas cakrawala Setiap gejala dan segala warna zaman hamba baca Dengan seribu buku dan seribu perdebatan Hamba tuntaskan makna kebangkitan Tongkat hamba angkat dan tegakkan Ya rabbi Memusnahkan iklan-iklan takhayul Fir’aun yang keji Ular klenik pembangunan, sihir gaya kebudayaan Karena telah hamba genggam yang bernama kebenaran Ya Rabbi! Alangkah agung segala ciptaan ini Kebenaran belaka membuat hidup kering dan sepi Maka engkau jadikan hamba Isa yang lembut wajahnya Dengan mata sayu namun bercahaya, mengajarkan cinta Isa hamba sedemikian runduknya kepada dunia Segala tutur kata dan perilakunya kelembutan belaka Sehingga murid-murid hamba dan anak turunnya terkesima Tenggelam mesra dalam Isa hamba yang disangka Tuhannya Ya Rabbi! Haruslah berlangsung keseimbangan Antara cinta dengan kebenaran Haruslah ada tuntunan pengelolaan Atas segala ilmu dan nilai yang engkau anugerahkan Karena itu Muhammad kan hamba Ya rabbi Bukakan pintu kesempurnaan yang sejati Pamungkas segala pengetahuan hidup dan hati suci Perangkum bangunan keselamatan para Rasul dan Nabi Muhammad kan hamba Ya Rabbi, Muhammad kan! Agar tak menangis dalam keyatimpiatuan Agar tak mengutuk meski batu dan benci ditimpakan Agar sesudah hijrah hamba memperoleh kemenangan Muhammad kan hamba Ya Rabbi, Muhammad kan hamba Agar kehidupan hamba jauh melampaui usia hamba Agar kematian tak menghentikan perjuangan Agar setiap langkah mengantarkan rahmat bagi alam Muhammad kan hamba Ya Rabbi, Muhammad kan Di rumah, di tempat kerja serta di perjalanan Agar setiap ucapan, keputusan dan gerakan Menjadi ayat-Mu yang indah dan menaburkan keindahan Takkan ada lagi sosok pribadi seanggun ia Dipahami ataupun disalahpahami oleh manusia Kalau tak sanggup kaki hamba menapaki jejaknya Penyesalan hamba akan tak terbandingkan oleh apa pun saja Para malaikat sedemikian hormat dan segan kepadanya Bagai dedaunan yang menunduk kepada keluasan semesta Para Nabi berbaris menegakkan sembahyang Engkau perkenankan ia berdiri menjadi imam Ya Rabbi! Muhammad kan hamba, Muhammad kan hamba! Perdengarkan tangis bayi padang pasir di kelahiran hamba Alirkan darah al-Amin di sekujur badan hamba Sarungkan tameng al-Ma’shum di gerak perjuangan hamba Kalungkan kebencian Abu Jahal di leher hamba Sandingkan keteduhan Abu Thalib di kaki dukalara hamba Payungkan awan cinta-Mu di bawah terik politik durjana Usapkan tangan sejuk khadijah pada kening derita hamba Kirimlah Jibril mencuci hati Muhammad hamba Lahirkan kembali wahyu-Mu di detak gemetar jantung hamba Dan kucuran darah luka Muhammad oleh pedang kaum pendusta Hadiahkan kepada hamba rasa sakitnya Ya Rabbi Ya Rabbi, Muhammad kan hamba! Bersujud dan tafakkur di Gua Hira’ jiwa hamba Berkeliling ke rumah tetangga, negeri dan dunia Menjajakan cahaya Shalawat Cinta Oleh Zawawi Imron Spoiler for Shalawat Cinta Ya Nabi, salam padamu Ya Rasul, salam padamu Kekasih, salam padamu Shalawat selalu untukmu Kalau cinta kepada nabi Baca shalawat kepada nabi Kalau Tuhan tak utus nabi Gelaplah jiwa gelaplah hati Nabi Muhammad utusan Ilahi Wajahnya jernih berseri-seri Kalau tersenyum bertemu insan Terhapus sedih dan kesusahan Akhlak nabi bagai bunga-bungaan Harum semerbak tiada tandingan Wahai nabi wahai junjungan Kami senang mengikut tuan Ya Allah ilahi rabbi Kami memohon sepenuh hati Di alam akhirat nanti Izinkan kami bertemu nabi BURDAH Oleh Al-Bushiri Spoiler for Burdah Burdah I فى ذكر عشق رسول الله صلى الله عليه وسلم أمنْ تذكر جيرانٍ بذى ســــلمٍ مزجْتَ دمعا جَرَى من مقلةٍ بـــدمِ أَمْ هبتِ الريحُ مِنْ تلقاءِ كاظمـــةٍ وأَومض البرق في الظلْماءِ من إِضـمِ فما لعينيك إن قلت اكْفُفا هَمَتــا وما لقلبك إن قلت استفق يهــــمِ أيحسب الصبُ أنّ الحب منكتـــمٌ ما بين منسجم منه ومضْطــــــرمِ لولا الهوى لم ترق دمعاً على طـللٍ ولا أرقْتَ لذكر البانِ والعَلــــمِ فكيف تنكر حباً بعد ما شــهدتْ به عليك عدول الدمع والســــقمِ وأثبت الوجدُ خطيْ عبرةٍ وضــنىً مثل البهار على خديك والعنــــمِ نعمْ سرى طيفُ منْ أهوى فأرقـني والحب يعترض اللذات بالألــــمِ يا لائمي في الهوى العذري معذرة مني إليك ولو أنصفت لم تلــــمِ عَدتْكَ حالِيَ لا سِري بمســـــتترٍ عن الوشاة ولا دائي بمنحســــمِ محضْتني النصح لكن لست أســمعهُ إن المحب عن العذال في صــممِ إنى اتهمت نصيحَ الشيب في عذَلٍ والشيبُ أبعدُ في نصح عن التهــمِ Cinta Sang Kekasih Apakah karena Mengingat Para kekasih di Dzi Salam. Kau campurkan air mata di pipimu dengan darah. Ataukah karena angin berhembus dari arah Kazhimah. Dan kilat berkilau di lembah Idlam dalam gulita malam. Mengapa bila kau tahan air matamu ia tetap basah. Mengapa bila kau sadarkan hatimu ia tetap gelisah. Apakah sang kekasih kira bahwa tersembunyi cintanya. Diantara air mata yang mengucur dan hati yang bergelora. Jika bukan karena cinta takkan kautangisi puing rumahnya. Takkan kau bergadang untuk ingat pohon Ban dan Alam. Dapatkah kau pungkiri cinta, sedang air mata dan derita. Telah bersaksi atas cintamu dengan jujur tanpa dusta. Kesedihanmu timbulkan dua garis tangis dan kurus lemah. Bagaikan bunga kuning di kedua pipi dan mawar merah. Memang terlintas dirinya dalam mimpi hingga kuterjaga. Tak hentinya cinta merindangi kenikmatan dengan derita Maafku untukmu wahai para pencaci gelora cintaku. Seandainya kau bersikap adil takkan kau cela aku Kini kau tahu keadaanku, pendusta pun tahu rahasiaku. Padahal tidak juga kunjung sembuh penyakitku Begitu tulus nasihatmu tapi tak kudengar semuanya. Karena untuk para pencaci, sang pecinta tuli telinganya Aku kira ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkankuBurdah II في التحذير من الهوى فإن أمَارتي بالسوءِ ما أتعظـــتْ من جهلها بنذير الشيب والهـــرمِ ولا أعدّتْ من الفعل الجميل قـرى ضيفٍ ألمّ برأسي غيرَ محتشـــم لو كنتُ أعلم أني ما أوقـــرُه كتمتُ سراً بدا لي منه بالكتــمِ منْ لي برد جماحٍ من غوايتهـــا كما يُرد جماحُ الخيلِ باللجُــــمِ فلا ترمْ بالمعاصي كسرَ شهوتهـــا إن الطعام يقوي شهوةَ النهـــمِ والنفسُ كالطفل إن تُهْملهُ شب على حب الرضاعِ وإن تفطمهُ ينفطــمِ فاصرفْ هواها وحاذر أن تُوَليَــهُ إن الهوى ما تولى يُصْمِ أو يَصِـمِ وراعها وهي في الأعمالِ ســائمةٌ وإنْ هي استحلتِ المرعى فلا تُسِمِ كمْ حسنتْ لذةً للمرءِ قاتلــةً مـن حيث لم يدرِ أن السم فى الدسـمِ أستغفرُ الله من قولٍ بلا عمــــلٍ لقد نسبتُ به نسلاً لذي عُقـــــُمِ أمْرتُك الخيرَ لكنْ ما ائتمرْتُ بـه وما اسـتقمتُ فما قولى لك استقـمِ ولا تزودتُ قبل الموت نافلـــةً ولم أصل سوى فرضٍ ولم اصــــمِ Peringatan akan Bahaya Hawa Nafsu Sungguh hawa nafsuku tetap bebal tak tersadarkan. Sebab tak mau tahu peringatan uban dan kerentaan Tidak pula bersiap dengan amal baik untuk menjamu. Sang uban yang bertamu di kepalaku tanpa malu-malu Jika kutahu ku tak menghormati uban yang bertamu. Kan kusembunyikan dengan semir rahasia ketuaanku itu Siapakah yang mengembalikan nafsuku dari kesesatan. Sebagaimana kuda liar dikendalikan dengan tali kekang Jangan kau tundukkan nafsumu dengan maksiat. Sebab makanan justru perkuat nafsu si rakus pelahap Nafsu bagai bayi, bila kau biarkan akan tetap menyusu. Bila kau sapih ia akan tinggalkan menyusu itu Maka kendalikan nafsumu, jangan biarkan ia berkuasa. Jika kuasa ia akan membunuhmu dan membuatmu cela Gembalakanlah ia, ia bagai ternak dalam amal budi. Janganlah kau giring ke ladang yang ia sukai Kerap ia goda manusia dengan kelezatan yang mematikan. Tanpa ia tahu racun justru ada dalam lezatnya makanan Kumohon ampunan Allah karena bicara tanpa berbuat. Kusamakan itu dengan keturunan bagi orang mandul Kuperintahkan engkau suatu kebaikan yang tak kulakukan. Tidak lurus diriku maka tak guna kusuruh kau lurus Aku tak berbekal untuk matiku dengan ibadah sunnah. Tiada aku dan puasa kecuali hanya yang wajib saja BURDAH III .....bersambung Tambahan untuk VIDEO Spoiler for Yusup Kisah kecintaan sayyidina Bilal bin Rabbah yang menyentuh diceritakan oleh Buya YahyaQuote Nasyid ini seakan menjadi memori masa kecil yang indah, Tua banget Ini musik shalawat yang enak di dengar "Celtic Shalawat"Quote Ini dah ada pepo-nya dari hadad alwi generasi kedua setelah sulisQuote
\npuisi kerinduan kepada allah
Doaanak kepada orang tuanya tentunya sangat berharga bagi mereka. Doakan, doakan, dan doakan mereka selalu dalam lindungan Allah. Demikian contoh puisi ayah dan ibu dari mulai 2, 3, 4 bait yang sudah kami berikan diatas. Semoga dapat membantu tugasmu juga ya untuk membacakan puisi di depan kelas.
Tiada yang lebih berharga daripada keluarga. Tiada yang lebih hangat daripada kehangatan keluarga. Tiada yang lebih menentramkan kecuali ketentraman bersama kepada Allah atas keluarga yang dia berikan kepada kita. Jangan pernah melupakan kebaikan Allah di keluarga keluarga kita bisa membuat puisi tentang ibu. Puisi tentang ayah. Makan puisi yang menceritakan kebahagiaan di keluarga ini adalah puisi tentang kasih sayang di aku pergiSebahagia apapun aku di luarSeberapa banyak pun teman-temankuKeluarga jual tempat yang paling bahagiaDi sana ada kasih sayang seorang ibuYang tak pernah henti mengalirBagaikan sungai jernih dari pegunungan Di sana ada perjuangan ayahYang tak pernah henti bagaikan ombakBerdebur terus sepanjang hariTak peduli malam ataupun siang2. KasihmuDi malam yang sepiKalau aku sendiriBercakap-cakap dengan pikiranMembuka lembar kenanganOh betapa aku rinduKepada kasih sayang ibuYang tak pernah bisa tergantikanHanya air mata yang menetesSebagai tanda ketulusan cintaAku mulai mengertiKeluarga adalah sesuatu yang penuh arti3. IbuIbu…Sebuah nama yang paling indahYang dapat menggetarkan kalbuYang mampu membuat air mata menitikIbu…Adalah bukti sebuah cintaDi sanalah kita berjumpaTentang pengorbanan yang tiada taraKetika engkau terdamparDiantara tumpukan masalahKepada Ibu pula jiwa menghantarAgar kita pulang kepadanya4. Kasih MurniAku melihat sebuah cintaYang paling tulus didalam hidup iniAdalah cinta seorang ibu kepada anak-anaknyaDia berani berkorbanBerani bertarung dengan kehidupanHanya untuk memastikanAnak-anak hidup dalam kebahagiaanCintanya terus mengalirBerhari-hari tanpa bertepiSebuah cinta yang dapat meruntuhkanDan menghancurkan batu karang 5. KeluargaWahai tuhanTerimakasih kau kirimkanKeluarga yang penuh kehangatanBertaburan kasih sayangAku akan mencintaiAku akan berbakti Kepada ibu dan ayahDan menyayangi keluarga6. KeluargakuAku sayang ibuAku sayang ayahkuAku sayang adik kakak kuKarena mereka adalah keluargakuAlangkah bahagiaMengisi seluruh jiwaSelalu hidup bersamaMengarungi suka dukaLindungilah merekaKasihilah merekaJadikan mereka ahli surgaKabulkanlah ya AllahDoa ku untuk Jasa IbuBila ada orang yang sayangMaka ibu lah yang paling sayangBila ada orang yang berkorbanMaka ibu lah yang paling banyak berkorbanIbu selalu bangun pagiMenyiapkan sarapanTak ingin melihat ku sakitKalau sakit hatinya sedihBetapa besar dan jasa ibuYang mendidik merawatkuSemoga suatu hari nantiAku bisa memberimu Keluargaku SayangKasih sayang ibu telah tumpah kepadakuCinta ayah telah tumbuh untukkuMaka aku pun menyayangi merekaIngin ku balas jasa jasanyaIngin ku buktikan kepada keduanyaMenjadi anak yang membuat bangga9. AyahKami selalu rindu ayahYang terpaksa harus pergiDemi untuk mencari nafkahWalaupun jauh tak terkiraJika ayah telah pulangHati senang tidak kepalangIngin rasanya selalu bersamaBerkumpul dalam suka duka10. Kasih sayang ibuKasih sayang seorang ibuLebih luas dari lautanLebih dalam dari samudraLebih kokoh dari batu karangDengan kasihnya ibu merawatMenjagaku sepanjang waktuMendoakan setiap saat11. Orang TuaOh Ibu dan ayahEngkau tak pernah lelahMenjaga kami semuaMendidik sepenuh jiwaMeski harus berkorbanWalaupun harus berjuangSemuanya engkau lakukanTanpa berharap kecuali kebahagiaan12. Oh AyahAyahTanpa lelah kau bekerjaDemi kami semuaDi setiap tetes keringat muDi derai lelah nafasmuAda kasih sayang luar biasaRela engkau tersengat matahariTak peduli terguyur air hujanEngkau lelah bekerja untuk kamiDengan pengorbanan13. KudengarWahai ayahAkan ku dengar nasehat muBahwa dalam hidup iniKita mesti berjuangDan menjadi seorang insanYang selalu berhati jujurSenantiasa tulusJuga bersabar terhadap kesulitanDi relung hatiKupahat namamu Dengan IndahKan kujadikan peganganNasehat-nasehat muYang kau berikan kepadaku14. PerjalananJauh sudah perjalanan muMelewati kehidupan yang berlikuKadang terluka kadang bahagiaJalan kerikil dan berbatuTak kuasa tangisku berderaiMengenang betapa letihnya dirimuDemi membahagiakan kamiTak peduli apa yang terjadi15. Kasih Sayang AyahSeakan tak pernah lelahKau hapuskan tetes air mataSeakan tak pernah bosanKau redakan aku dari tangisanKau luluhkan hatiDengan cinta dan kasihTulusnya pengorbananmuMembuatku selalu terharu16. Untukmu AyahDi keheningan malamHadir bayang-bayangSeberkas kenanganMeskipun sekarang jauhNamun kasihmu tak pernah berhentiKurasakan selaluSeolah engkau ada disisi17. KerinduanAyah di mana engkau beradaTahukah engkau? ada hati yang begitu rinduIngin sekali aku berjumpaMerasakan hangat kasih sayangKasih sayang yang kurindukanHadirmu Yang ku impikanInginku hanya agar kau kembaliKu ingin engkau menemaniBercengkrama setiap hariMendampingiku tumbuh besarDipenuhi kasih contoh puisi tentang kasih sayang keluarga.
PuisiKesedihan Karena Sakit Hati; Puisi Cinta Islami Ungkapan Trimakasih Kepada Allah; Puisi Rayuan Gombal; Puisi Cinta Berisi Sebuah Harapan; Puisi Cinta Tak Bisa Melupakanmu; Puisi Kehidupan Sebatas Kemampuan; Puisi Ungkapan Rindu Pacar; Puisi Kerinduan Hati; Puisi Kehilangan Sahabat Sejati; Puisi Cinta Dan Luka; Puisi Penantian; Puisi
KisahKerinduan Rasulullah Kepada UmatnyaBetapa Rasulullah merindui kitaSpecial Tanks :Dr. Firdaus Djamaris-ai####CintaRasul #Renungan
YaAllah Ya Raab: Dengan kemulyaan-Mu Sayangilah daku dalam segala keadaan Kasihi daku dalam segala perkara Kepada siapa lagi selain Engkau aku memohon di hilangkan kesengsaraanku dan diperhatikan urusan ku. Tuhanku, pelindungku Aku tidak cukup waspada terhadap tipu daya musuhku. Maka terkecoh daku lantaran nafsuku,
  • Օ εֆа
  • Գо п оፓа
    • Огωнтθκኔ аքሿլጊծոձο υճэмաջысл октιво
    • У мοмጶኒθ
Puisikerinduan bulan Ramadhan menjadi saksi ramadhan tahun lalu, masih terbesit kerinduan setelah melewati 11 bulan serta tak berjumpa dengan bulan penuh ampunan, kini Alhamdulillah dan InsyaAllah kita diizinkan menuju dan melaksanakan ibadah puasa ramadhan kali ini. Puisi Islami tentang cinta kita kepada Allah SWT ini ku tulis berharap
1 Sepuluh Hari Terakhir Sepuluh malam berlimpah Dengan karunia di dalamnya Keikhlasan beribadah Dan penyerahan seorang hamba Mencari belas kasihan Tuannya. Sepuluh malam terakhir yang kita dambakan Seperti penjaga yang waspada Merindukan satu malam spesial Ketika rahmat Tuhan kita Akan dengan anggun turun ke dunia. PUISIKERINDUAN. Embun pagi Tolong sampaikn rindu ini Yang lama terpendam. Wahai mentari pagi Hangatkan jiwa ini Yang lama membekuuu. Wahai hujan Puisi ungkapan syukur kepada Allah adalah rangkain kata kata puisi rasa bersyukur dan puisi ungkapan rasa syukur menjelaskan tentang ungkapa bermohonkepada Mu dalam setiap sujud ku dengan tengadah tangan, bercucur air mata, aku meminta kepada Allah agar bisa mengantar mu menjadi seorang istri dengan selamat PuisiKerinduan Sang Muslimah Venus April 10, 2021 1 comment Ketika Sang Venus Memendam Cintanya. Jika, seorang wanita terbiasa memendam apa yang dirasa. Katakanlah " inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas bashiroh" September 4, 2021 at 5:53 AM. Kamu denting hati kala malam berganti Kamu, sabda kasih kala pagi bermentari Kamu, bayang hati yang bernyanyi didalam jiwa Kita tak membutuhkan jeda Kita hanya membutuhkan hati dan jiwa tuk mengungkap sebuah frasa Memahami mu seperti menyelami hariku Sebenarnya kita saling memahami Namun sejenak kita memilih tuk berdiam diri
26Agustus 1944. Aku melihat Anna keluar dari kebun. Ia bersandar pada lengan seorang sanak, yang mirip dengannya. Ia kelihatan jelas hamil beberapa bulan dan ia tampak lelah dan keletihannya tiada diringankan oleh kegerahan, sama seperti panas sekarang ini melelahkanku. Meskipun kebun itu cukup teduh, tapi sangat panas dan tertutup.
BulanKerinduan Oleh : Imanta Alifia Octavira Dikala malam yang hening. Gemerlap rindu menerka hati. Rindu akan berkah senja menguras air mata. Rindu suara adzan menyejukkan dahaga. Berjuta jiwa mengharap kehadiranmu. Kaukah itu bulan kerinduan? Kaukah Ramadhan? Atas izin Allah membawa ladang harapan penuh keimanan. Kini jarak semakin meraba.
.